Rabu, 27 Maret 2013

Organ Genetalia Betina


 BAB I. 

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian interaksi organ dan zat dalam organism yang dipergunakan untuk berkembang biak. Pada umumnya, reproduksi baru dapat terjadi setelah hewan tersebut mencapai dewasa kelamin. Sistem reprodusi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.
Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya tanpa adanya reproduksi makhluk hidup tidak akan mati. Akan tetapi, bila makhluk hidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup tersebut terancam punah.
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk dan susunan alat kelamin betina secara makroskopis dan mikroskopis.

TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Sistem Reproduksi Hewan Betina Secara Makroskopis

Organ reproduksi betina terdiri atas organ reproduksi primer dan sekunder, di mana organ reproduksi primer adalah ovarium yang menghasilkan sel telur (ova) dan hormon-hormon kelamin betina. Organ-organ sekunder atau saluran reproduksi terdiri dari tuba fallopi (oviduct), uterus, cervix, vagina dan vulva. (Dellman, 1992)
Secara anatomi alat reproduksi betina terdiri dari gonad atau ovarium, saluran-saluran reproduksi dan alat kelamin luar. (Partodiharjo, 1992)

Ovarium

Ovarium merupakan alat kelamin primer (utama) dari sistem reproduksi betina. Jaringan dasar ovarium disebut stroma. Dalam stroma cortex banyak sekali sel-sel folikel. Ada tiga macam folikel, yaitu folikel muda, folikel tumbuh (primer, sekunder, tertier), dan folikel matang atau disebut juga folikel de Graff.
Ovarium digantung oleh alat penggantung mesovarum dan ligamentum utero ovarika (Hardjoprajonto, 1995). Ovarium mempunya dua fungsi, sebagai organ eksokrin yang menghasilkan sel telur atau ovum dan sebagai organ endokrin yang mensekresikan hormon kelamin betina estrogen dan progesterone (Santoso, 2009).

Oviduct

Oviduct adalah saluran yang menampung ovum pada saat ovulasi dan meneruskannya ke uterus. Oviduct disebut juga tuba fallopi. Oviduct terdiri atas tiga bagian, yaitu infundibulum, ampula dan isthmus. Pada masing-masing bagian memiliki ciri-ciri tersendiri, seperti misalnya infundibulum terdapat jumbai-jumbai yang disebut fimbria. Bagian isthmus dengan ampula dibatasi oleh suatu ampulari ismic junction yang berperan dalam pembuahan, sedangkan batas isthmus dengan uterus adalah uteri tubal junction. (Hafez, 1993)
Dinding oviduct terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
·         Tunika mukosa, berlipat-lipat dan bercabang-cabang membentuk lumen
·         Tunika muskularis, melingkar atau spiral
·         Tunika serosa

Uterus 

Uterus berfungsi untuk menerima ovarium dari ovulasi. Uterus merupakan tempat implantasi konseptus (zigot yang berkembang menjadi embrio). (Dellman dan Brown, 1992).  Dinding uterus terdiri atas tiga lapisan, yaitu :
·         Lapisan endometrium : lapisan mukosa
·         Lapisan miometrium : lapisan otot polos
·         Lapisan perimetrium : penerusan peritoneum

Vagina

Vagina adalah bagian saluran peranakan yang terletak di dalam pelvis, di antara uterus (arah cranial) dan vulva (arah kaudal). Vagina juga berperan sebagai selaput yang menerima penis dari hewan jantan pada saat kopulasi. (Frandson, 1992)

Vulva

Vulva merupakan organ reproduksi bagian luar hewan betina. Vulva terdiri atas labia mayora dan labia minora. Labia mayora berwarna hitam dan tertutupi oleh rambut. Labia mayora merupakan bagian terluar dari vulva. Sedangkan bagian dalam vulva tidak terdapat rambut yaitu labia minora. (Bearden dan Fuquay, 1997)

Organ Genetalia Betina pada Sapi
Organ genetalia betina kambing


1.2. Sistem Reproduksi Hewan Betina Secara Mikroskopis
    

Susunan kelamin betina umumnya terdiri dari :


a. Ovarium
     Pada potongan memanjang tampak adanya korteks dan medula. Korteks merupakan daerah tepi yang lebar, mengandung folikel dan korpus luteum dan dilapisi oleh epitel permukaan berbentuk kuboid simpleks. Medula merupakan bagian dalam yang mengandung saraf, banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe, terdiri dari jaringan ikat longgar dengan otot polos.




b. Oviduct/Tuba Fallopi
     Terdiri dari 3 segmen: infundibulum, ampula, dan isthmus. Dilapisi oleh epitel kolumner simpleks atau kolumner kompleks dengan silia pada epitel terbesar. Lamina propria terdiri dari jaringan ikat longgar dengan banyak sel plasma, sel mast dan leukosit eosinofil. Tunika mukosa pada ampula membuat lipatan tinggi. Tunika muskularis terutama terdiri dari berkas otot polos melingkar memanjang dan miring. Tunika serosa ada dan terdiri dari jaringan ikat mengandung pembuluh darah dan saraf (Dellman et al, 1992).



C. Uterus

    Dinding uterus dibagi menjadi :
  • Endometrium, adalah lapis epitel silindris selapis, jaringan ikat longgar serta kelenjar. Pada ruminansia, endometriumnya mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut karankula .
  • Miometrium, adalah lapis otot polos yang tersusun secara sirkuler dan longitudinal. Di antara serabut-serabut otot banyak terdapat pembuluh darah.
  • Perimetrium, terdiri dari jaringan ikat serosa.